Budidaya Buah Naga

Budidaya Buah Naga
Buah naga dikelompokan kedalam keluarga tanaman kaktus. Meskipun dikenal sebagai buah dari Asia, tanaman ini aslinya berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pada tahun 1870, bangsa Perancis membawa buah naga dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Karena rasanya manis, buah naga kemudian dikonsumsi secara meluas di Vietnam dan Cina.

Di Indonesia, buah naga mulai populer sejak tahun 2000. Tidak jelas benar siapa yang pertama kali mengembangkannya. Diperkirakan buah naga yang masuk ke negeri kita berasal dari Thailand dan dibudidayakan oleh para pehobi tanaman secara sporadis.

Saat ini terdapat beberapa spesies tanaman buah naga yang banyak dibudidayakan. Jenis-jenisnya buah populer yaitu:
  • Hylocereus undatus kulitnya merah dengan daging buah putih
  • Hylocereus polyrhisus kulit merah dengan daging buah merah
  • Hylocereus costaricensis kulit merah dengan daging buah merah pekat agak keunguan
  • Hylocereus megelanthus kulitnya berwarna kuning dengan daging buah putih.
Budidaya buah naga sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius.


JENIS - JENIS BUAH NAGA
1.       Buah Naga Merah
Buah Naga MerahMenyangkut morfologi, buah naga merah kurang lebih sama dengan varian buah naga lainnya. Pohonnya merambat dan memiliki lapisan lilin pada permukaannya. Sistem budidaya buah naga merah juga sama seperti genera lainnya. Demikian halnya dengan kandungan senyawa penyusunnya, sama. Satu-satunya perbedaan buah naga merah dengan jenis lainnya terletak pada warna daging buahnya. Buah naga merah memiliki warna daging merah cerah. Untuk kondisi tertentu, buah naga denga warna merah pekat disebut Dragon Fruit Super Red. Buah naga jenis ini merupakan akar buah naga hitam atau black dragon fruit yang diperoleh dengan menggunkana tunas buah naga super red yang dipupuk dengan Black Natural yang ampuh menaikkan betakaroten dan berdampak pada warna buah yang semakin pekat menuju hitam.

2.       Buah Naga Hitam
Kabarnya, buah naga hitam ini pertama kali dikembangkan di Indonesia. Varietas tersebut masih tergolong pendatang baru dalam lingkar argobisnis. Tokoh yang merintis kehadiran buah ini bernama Prof. Dr. Ir. AP Kusumaningrat. Pertama kali dikembangkan di kediri, namun saat ini boleh dikatakan buah naga hitam sudah dibudidayakan hampir di seluruh Indonesia. Buah naga berwarna hitam ini merupakan hasil hibrida dari buah naga super red yang dirawat dan dipelihara dengan menggunakan pupuk hitam atau yang juga dikenal dengan nama Black Natural. Komposisi pupuk ini antara lain kotoran sapi, cengkeh sisa pabrik rokok atau cengkok cengkeh, ampas jamu, dan juga abu sekam. Campuran semua bahan pupuk ini memiliki efek yang meningkatkan kandungan betakaroten pada buah naga sehingga daging buahnya menjadi lebih pekat.
Secara umum, morfologi buah naga hitam sama saja dengan buah naga lainnya. Kulitnya berwarna merah lengkap dengan sisik besar yang khas. Demikian halnya dengan pohon. Tidak ada perbedaan yang mencolok. Perbedaan utama buah ini satu-satunya hanya pada warna dagingnya yang sebenarnya tidak hitam melainkan merah yang sangat pekat mendekati hitam. Sementara itu,sistem budidaya buah naga hitam kurang lebih sama dengan buah naga lainnya. Hanya saja, penggunaan pupuk hitam merupakan poin utama yang membedakannya dengan budidaya buah naga varietas lainnya.

3.       Buah Naga Putih
Buah Naga PutihSecara umum, buah naga putih memiliki ciri-ciri yang kurang lebih sama dengan jenis buah naga lainnya. Pohon, bentuk buah, kandungan buah, sistem budidaya dan poin lainnya masih erat dengan genera lainnya. Satu-satunya perbedaan yang menjadi dasar pengelompokan berbagai varitas ini ada pada daging buahnya. Buah naga putih memiliki kulit buah berwarna merah cerah lengkap dengan sisik. Hanya saja ketika buah tersebut dibelah, kita akan menemukan daging buah yang berwarna putih dan dipenuhi dengan bebijian kecil berwarna hitam.
Selain warna daging buah, ternyata buah naga putih juga memiliki aroma yang khas dan berbeda denga jenis buah naga lainnya. Berdasakan penelitian dengan menggunakan sistem bernama QDA, diperoleh perbedaan antara buah naga putih dan buah naga merah. Buah naga putih memiliki urutan aroma berdasarkan intensitasnya dimulai dari green leafy, floral, fatty green, sweet, fruity, dan terakhir plastic green. Sementara buah naga merah, secara berurutan adalah green leafy, floral, fatty green, fruity, sweet, dan diakhiri dengan aroma plastic green. Peneliti QDA menyimpulkan buah naga putih mengandung karakteristik arima sweet yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan buah naga merah. Sementara itu, aroma yang dominan pada buah naga merah adalah fruity lebih yang lebih menonjol daripada aroma sweet.

4.       Buah Naga Kuning
Buah Naga Kuning
Jika dicermati, pembagian buah naga putih, merah dan hitam didasarkan pada warna daging buahnya. Meski daging buahnya berbeda, ketiga jenis tersebut memiliki kulit yang sama, berwarna merah dan dilengkapi struktur yang identik. Akan tetapi, sistem pembagian tersebut tidak berlaku pada buah naga kuning. Unsur pembedanya justru terletak pada kulitnya. Daging buah naga kuning berwarna putih berbiji hitam persis buah naga putih. Namun, kulitnya berwarna kuning terang dengan sisik berukuran besar yang pada ujungnya terdapat gradasi warna hijau. Selain kulit berisisk, buah naga kuning juga memiliki varian kulit lain yakni buah dengan permukaan kulit berduri.
Perbedaan lain buah naga kuning dengan jenis lainnya terletak pada ukuran buah dan juga ukuran pohonnya. Secara umum diketahui bahwa pohon buah naga kuning cenderung lebih pendek ketimbang pohon lainnya. Hal ini juga ternyata berimbas pada ukuran buahnya yang juga dua kali lebih kecil dibandingkan varian lain. Meski kecil, tetapi rasa manis buah naga kuning melampaui buah naga lain. Hal ini disebabkan kandungan sakrosa juga fruktosa buah ini lebih tinggi. Selain manis, buah naga kuning juga cenderung berair sehingga meninggalkan rasa segar saat dikonsumsi.
Budidaya Buah NagaSecara umum budidaya buah naga kuning tidak berbeda dengan buah naga merah.  Hanya saja, perbedaannya adalah pada syarat tumbuh yang dikehendaki oleh tanaman buah naga kuning ini.Syarat tumbuh untuk buah naga kuning adalah daerah pegunungan yang berhawa dingin.  Sedangkan buah naga merah lebih cocok ditanam pada daerah dataran rendah yang berhawa panas. Selain itu, masa tanam atau produksi tanaman buah naga kuning ini jauh lebih lama dibandingkan dari buah naga merah.  Umumnya, buah naga merah akan mulai berproduksi atau mulai berbunga sekitar 1,5 tahun sampai 2 tahun setelah masa tanam, sedangkan buah naga kuning waktunya lebih lama lagi.


MANFAAT BUAH NAGA
1.       Mencegah kanker
Inilah khasiat buah naga merah yang paling menakjubkan. Seperti kita ketahui bersama, kanker merupakan penyakit mematikan nomor 2 setelah serangan jantung. Kanker sangat sulit diobati, namun bisa Anda cegah dengan konsumsi buah naga merah ini. Menurut penelitian di Universitas of Chicago dari Amerika Serikat, buah naga mengandung senyawa antioksidan yang cukup tinggi. Manfaat antioksidan itu sendiri adalah mampu menangkal radikal bebas penyebab kerusakan sel pemicu pertumbuhan kanker. Bisa dikatakan kandungan antioksidan dalam buah naga hampir sama dengan kandungan antioksidan di dalam buah manggis yang cukup fenomenal itu.

2.       Mengurangi resiko penyakit diabetes
Diabetes dapat muncul disebabkan karena kadar gula dalam darah yang cukup tinggi, semakin tinggi kadar gula darah, maka semakin tinggi resiko Anda terkena penyakit diabetes. Akan tetapi tidak perlu khawatir, Anda dapat menekan resiko diabetes tersebut dengan cara mengonsumsi buah naga secara rutin. Dengan kandungan vitamin B1 dan kadar glikemik indeks yang rendah, kadar gula dalam darah Anda tidak akan naik malahan bisa turun. Konsumsi buah naga sangat saya anjurkan bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga penderita diabetes. Sebab seorang yang berasal dari riwayat keluarga sebagai penderita jauh 6 kali lipat lebih beresiko terkena diabetes.

3.       Mengurangi resiko penyakit jantung
Serangan jantung, kanker, dan diabetes merupakan penyakit-penyakit yang cukup mematikan. Sudah banyak sekali nyawa yang melayang setiap menit akibat dari penyakit tersebut. Khasiat buah naga terkait jantung, buah satu ini mengandung kalium yang cukup tinggi. Kandungan mineral kalium ini dipercaya mampu melebarkan pembuluh darah, sehingga membuat kinerja jantung lebih ringan dalam mendistribusikan darah keseluruh bagian tubuh.

4.       Menjaga kesehatan tulang
Kalsium dan fosfor merupakan nutrisi yang cukup baik untuk tulang, sebab kandungan mineral alami tersebut mampu mencegah keropos tulang atau osteoporosis. Selain mengonsumsi produk susu, Anda juga bisa mendapatkan nutrisi kalsium dan fosfor tersebut dengan konsumsi buah naga. Menurut FAO (badan PBB yang mengurusi pangan), buah naga mengandung kalsium dan fosfor yang cukup tinggi. Bagi orang dewasa kandungan tersebut mampu memperkuat tulang, sedangkan bagi anak-anak usia 10 – 20 tahun kandungan tersebut mampu mengoptimalkan pertumbuhan tulang dan menambah tinggi badan mereka.

5.       Baik untuk kesehatan mata
Khasiat buah naga merah selanjutnya adalah baik untuk mata. Betakaroten dalam buah naga sangatlah tinggi, dikutip dari situs Merdeka kandungan betakroten tersebut sangatlah baik untuk merawat kesehatan mata secara alami dan mencegah degenerasi makula. Radikal bebas seperti sinar UVA dan UVB sangatlah buruk bagi kondisi mata kita, sebab radiasi sinar tersebut berpotensi merusak sel-sel dan jaringan yang terdapat di dalam mata. Namun Anda bisa mencegahnya dengan konsumsi buah naga, karena buah ini mengandung antioksidan tinggi yang mampu menangkal radikal bebas tersebut.

6.       Baik untuk diet
Siapa hayo yang sedang menjalani program diet penurunan berat badan? apabila Anda salah satunya, maka silahkan masukan buah naga merah kedalam menu diet sehat harian Anda. Menurut para ahli gizi buah naga mengandung senyawa serat dan kalori yang cukup rendah, kandungan ini tidak akan membuat berat badan Anda menjadi naik. Malahan kandungan serat tersebut akan membantu menurunkan berat badan. Untuk mendapatkan manfaat buah naga satu ini, silahkan konsumsi buah tersebut secara rutin minimal 1 butir setiap harinya. Anda bisa membuat jus buah naga agar tidak bosa ketika mengonsumsi buah tersebut.

7.       Menjaga sistem kekebalan tubuh
Sistem kekebalan tubuh sangatlah penting bagi kesehatan Anda, sebab apabila sistem kekebalan buruk berbagai macam penyakit akan sangat mudah menyerang tubuh. Baik itu penyakit yang bersifat ringan seperti flu, batuk, pilek, demam, maupun penyakit berbahaya seperti HIV/AIDS. Menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh dapat Anda lakukan dengan mengonsumsi buah naga secara rutin. Dalam buah ini mengandung senyawa vitamin C, protein, dan potassium yang cukup tinggi. Kandungan-kandungan inilah yang bermanfaat untuk sistem imun/kekebalan tubuh.

8.       Melancarkan sistem pencernaan
Manfaat buah naga merah yang menarik adalah mampu melancarkan sistem pencernaan Anda. Khasiat buah naga ini dapat muncul disebabkan karena adanya kandungan vitamin B1 dan serat terlarut yang cukup tinggi. Tidak hanya mampu melancarkan sistem pencernaan saja, tetapi kandungan nutrisi tersebut juga mampu mengatasi adanya masalah pencernaan seperti susah BAB, diare, disentri, dan masih banyak lagi.

9.       Mampu menjaga kesehatan gigi
Kandungan kalsium dan fosfor pada buah naga tidak hanya berkhasiat bagi tulang saja, namun kandungan tersebut dipercaya juga cukup berkhasiat untuk merawat kesehatan gigi Anda secara alami. Gigi berlubang, gigi ngilu, dan bahkan gusi berdarah merupakan masalah yang dapat diatasi dengan mengonsumsi buah naga secara rutin. Namun ketika membuat jus buah naga, jangan menambahkan gula. Sebab gula akan membuat gigi Anda mudah keropos dan berlubang.

10.   Mendeteksi adanya borak dan formalin
Sekarang ini banyak sekali makanan yang mengandung bahan pengawet berbahaya, bahan pengawet tersebut antara lain seperti borak dan formalin. Biasanya makanan yang mengandung pengawet tersebut adalah tahu, bakso, mie, daging, dan masih banyak lagi. Anda bisa melakukan pengecekan kandungan borak dan formalin dalam makanan dengan menggunakan jus manggis. Misalnya masukan tahu kedalam air rendaman yang sudah diberi sedikit jus manggis. Setelah 15 menit berlalu, cobalah amati air yang dalam rendaman tahu tersebut. Apabila Anda masukan tisu kedalamnya tisu berubah menjadi merah, itu berarti makanan tersebut mengandung formalin.

11.   Baik untuk ibu hamil
Manfaat buah naga untuk ibu hamil juga cukup besar sekali. Hal ini terjadi karena buah naga mengandung asam folat, vitamin, dan mineral yang dibutuhkan oleh ibu hamil dan janin agar tetap sehat. Selain membantu menjaga kesehatan janin dan ibu hamil, kandungan dalam buah naga tersebut juga cukup efektif untuk mengoptimalkan pertumbuhan janin dalam kandungan. Agar Anda mendapatkan khasiat buah naga bagi kehamilan, konsumsi jus buah naga sejak awal trimester pertama sampai melahirkan.

12.   Mencegah penuaan dini
Manfaat Buah Naga Merah Untuk Kecantikan Kulit. Khasiat buah naga bagi kesehatan dan ibu hamil memang cukup besar, namun menurut para ahli kandungan nutrisi dalam buah naga juga sangat baik untuk merawat kecantikan kulit secara alami. Penuaan dini merupakan salah satunya penyebab kita tampak lebih tua. Adapun tanda penuaan dini antara lain seperti keriput, kerutan, garis-garis, kendor, dan masih banyak lagi. Munculnya tanda penuaan dini tersebut dapat disebabkan karena pengaruh radikal bebas. Untuk menangkal radikal bebas dan mencegah penuaan dini, Anda dapat mengonsumsi jus buah manggis secara rutin. Dengan kandungan antioksidannya yang cukup tinggi, buah satu ini akan membantu kulit Anda dalam menangkal radikal bebas. Namun untuk hasil perawatan yang lebih maksimal, Anda juga dapat menghaluskan daging buah naga dan menggunakan sebagai masker wajah secara rutin setiap harinya.

13.   Mengoptimalkan regenerasi sel kulit baru
Peremajaan sel-sel kulit tidak akan terlepas dari yang namanya regenerasi. Dengan adanya regenerasi sel kulit baru, maka wajah Anda akan terlihat lebih cerah dan bersinar dari pada biasanya. Khasiat buah naga untuk regenerasi ini bisa Anda dapatkan dengan cara menggunakan masker buah naga yang telah dicampurkan dengan madu alami. Cukup gunakan selama 30-60 menit sehari untuk kulit cerah dan cantik.

14.   Menghaluskan kulit secara alami
Kulit kasar dapat muncul disebabkan karena adanya penumpukan sel-sel kulit mati di permukaan wajah. Buah naga mengandung vitamin C, protein, dan asam folat yang sudah dipercaya sangat efektif untuk melarutkan sel-sel kulit mati tersebut. Untuk mendapatkan khasiat buah naga ini, Anda dapat menghaluskan buah tersebut dan menggunakan sebagai masker scrubing. Namun saya sarankan mencampurnya dengan jeruk nipis. Sebab kandungan vitamin C pada jeruk nipis jauh lebih tinggi dan efektif untuk mengelupaskan sel-sel kulit mati tersebut.

15.   Bantu hilangkan bintik hitam
Manfaat buah naga untuk kecantikan terakhir adalah mampu menghilangkan bintik hitam bekas jerawat. Munculnya bintik hitam ini juga salah satunya disebabkan karena sel kulit mati di lapisan epidermis. Konsumsi jus buah naga akan membantu menghilangkan flek hitam tersebut dari dalam, sedangkan dari luar Anda dapat menggunakan masker buah naga secara rutin setiap sehabis mandi selama 30 menit. Itulah beberapa khasiat buah naga merah bagi kesehatan dan kecantikan. Dapatkan semua manfaat buah naga tersebut dengan cara mengonsumsi dan menggunakannya sebagai perawatan secara rutin setiap harinya.


PEMILIHAN BIBIT BUAH NAGA
Ada 2 macam cara untuk mendapatkan bibit budidaya buah naga :
1.       Sistem generatif.
Sistem ini menggunakan biji yang di ambil dari buah naga indukan yang berkualitas baik. Penerapan teknik ini tergolong sulit untuk di lakukan dan biasanya hanya petani yang sudah berpengalaman saja yang bisa memilih biji terbaik.

2.       Sistem vegetatif melalui stek.
Stek Buah Naga
Teknik ini jauh lebih mudah di lakukan sebab sifat dan karakter tanaman bisa di ketahui secara lebih jelas dari induk tanaman yang biasanya akan menurun pada anaknya. Kelebihan lainnya adalah lebih cepat menghasilkan panen.
Agar budidaya buah naga tersebut dapat mendatangkan panen yang lebih berlimpah sekaligus berkualitas, penyetekan bibit harus di lakukan pada tanaman yang sudah pernah menghasilkan buah minimal 3 atau 4 kali. Tujuannya agar proses produksinya bisa berjalan lebih cepat dan tingkat produktifitasnya dapat diketahui dari hasil panen sebelumnya.

A.      Penyetekan
1)    Batang yang di pakai untuk melakukan penyetekan di pilih yang usianya telah tua dan batang tanaman tersebut memiliki ukuran diameter paling sedikit 8 cm. Makin besar diameter batang tersebut akan menjadi lebih baik karena batang ini akan menjadi batang utama. Namun selain itu perhatikan pula warna kulit batang. Pilihlah yang warnanya hijau kelabu dan tidak punya cacat di tubuhnya.
2)  Pemotongan stek di lakukan pada batang yang memiliki ukuran panjang sekitar 10 hingga 120 cm. Batang ini tidak boleh di potong semua serta harus di sisakan 20%. Sedangkan 80% yang lain di gunakan sebagai calon bibit.

Contoh Lahan Budidaya
Teknik Stek Buah Naga

3)   Selanjutnya batang untuk calon bibit budidaya buah naga di potong lagi sepanjang 20 sampai 30 cm. Bagian ujung atasnya di potong secara merata, sedangkan pangkal yang nantinya akan di masukan dalam lubang tanah di potong secara meruncing.
4)  Potongan berbentuk runcing ini berguna untuk memberi rangsangan sehingga akar tanaman bisa tumbuh lebih cepat.
5)    Perhatikan pula, batang stek tanaman buah naga harus memiliki mata tunas paling sedikit 4 mata. Selain itu panjang pendeknya stek akan memberi pengaruh kepada kecepatan tanaman dalam menghasilkan buah. Makin panjang batang stek, tentu akan membuat tanaman lebih cepat berbuah.
6)   Sebelum di tanam, batang stek yang sudah di potong-potong tadi di biarkan sampai getahnya jadi kering. Jangan langsung menaman batang setek jika getahnya masih basah, karena dapat membuat bibit tanaman tersebut mudah busuk dan mati. Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik serta menghindari serangan hama jamur, sebaiknya batang stek di celup dengan larutan fungisida.

B.      Penyemaian
1)      Stek bibit budidaya buah naga tidak dapat di tanam di lahan secara langsung.
2)      Sebelumnya harus dimasukan dan disemai dalam plastik polybag atau bedengan terlebih dahulu.
3)      Penyemaian ini memakai media berupa campuran tanah hutan atau tanah yang diambil di bawah pohon bambu. Tanah ini merupakan campuran pasir dan lempung sehingga mempunyai karakteristik yang sangat bagus untuk tanaman buah naga. Pasirnya berguna untuk menghasilkan pori-pori atau porositas tanah, sedangkan lempungnya menjadi perekat tanaman.
4)     Selanjutnya agar media tanam tersebut memiliki kandungan hara yang lebih banyak, bisa di tambah pupuk organik, pupuk kompos atau pupuk kandang dengan komposisi 1 : 1. Komposisi ini tidak harus mutlak di terapkan karena harus disesuaikan pula dengan keadaan tanahnya. Sebagai bahan perhitungan, media tanah dan kompos memiliki keseimbangan yang baik jika ditambah air dan dikepal akan bersifat solid. Tandanya yaitu tanah tidak ambrol dan tidak becek saat di genggam oleh tangan.
5)    Sebelum pupuk tersebut dicampurkan pada media tanam, pupuk harus disaring terlebih dahulu sehingga didapat pupuk yang halus. Jangan menggunakan pupuk yang bentuknya kasar, karena dapat membuat pertumbuhan akar jadi terganggu. Akar tanaman yang masih berupa benih biasanya masih berbentuk halus.
6)   Setelah dimasukan ke dalam plastik polybag atau bedengan, media tanam disiram dengan air. Selanjutnya, bagian yang runcing dari batang setek di tancapkan pada media tersebut dengan kedalaman sekitar 5 cm.
7)  Lokasi yang dipakai untuk menaruh bibit tanaman budidaya buah naga harus diberi perlindungan dari paparan sinar matahari berupa sungkup. Kemudian untuk penyiramannya, dapat di lakukan 2 sampai 3 kali setiap hari.
8)    Sekitar 3 minggu dari penanaman bibit, akan tumbuh tunas. Di masa ini bibit tanaman mulai membutuhkan pancaran sinar matahari yang lebih banyak. Jadi sungkup harus dibuka.
9)   Proses penanaman dan perawatan bibit ini berlangsung selama 3 bulan. Ketika bibit buah naga sudah memiliki ketinggian sekitar 50 sampai 80 cm, bisa di pindahkan ke lahan.


TEKNIK BUDIDAYA BUAH NAGA
A.      Budidaya Buah Naga di Lahan Luas
Kebutuhan bibit untuk budidaya buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.

1.       Pembuatan tiang panjat
Tiang Penahan Tanaman Buah NagaDalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm. Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.
Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.

2.       Pengolahan tanah
Tanah Budidaya Tanaman Buah NagaSetelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut. Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.
Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering. Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.

3.       Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.
Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

4.       Pemupukan
Pemupukan Tanaman Buah NagaPada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.
Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.

5.       Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.
Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.
Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.

6.       Pemangkasan
Budidaya Buah Naga
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan. Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.
Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.
Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

7.       Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal.

Panen Buah Naga

Ciri - Ciri buah naga siap panen :
·         Umur buah mencapai 50-55 hari sejak setelah muncul bunga.
·         Warna kulit buah mengkilat dengan sisik berubah dari hijau menjadi kemerahan.
·         Mahkota buah telah mengecil.
·         Kedua pangkal buah keriput dan kering.
·         Bentuk buah bulat sempurna dan besar dengan bobot diperkirakan 400-600 g.

Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun.
Agar menghasilkan buah yang maksimal maka jarak antara pohon satu dengan yang lainnya sekitar 3 meter. Agar akar dan tangkai daun bisa berkembang leluasa. Dari bibit saat ditanam hingga mulai berbuah butuh waktu sekitar satu tahun. Sedangkan sejak muncul kembang hingga jadi buah naga bisa dipetik dalam waktu 45 hari.

   B.      Budidaya Buah Naga di Rumah dengan Pot
Tanaman Hias Berbuah NagaJika anda ingin menikmati buah naga secara gratis, atau menanmnya dalam jumlah yang kecil. Itu mudah saja, anda bisa saja menanamnya dipot. Selain anda bisa menikmati buahnya, buah naga ini juga akan menghiasi rumah nada. Kelebihan yang lain adalah tanaman ini bisa anda pindah-pindah sesuai keinginan anda.

1.        Menyiapkan Pot
Anda bisa menggunakan berbagai jenis pot dari bahan semen, plastic, tanah liat atau drum bekas yang dipotong. Tetapi menurut pengalaman, pot dari bahan tanah liat adalah yang paling ideal karena tanaman buah naga membutuhkan perubahan suhu yang drastic dari siang ke malam dalam proses pembungaan. Ukuran pot yang digunakan semakin besar semakin baik, minimal berdiameter sekitar 40cm.

2.       Menyiapkan Tiang Panjatan
Tanaman Buah Naga yang Telah Diberi TiangTanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan untuk menopang supaya tidak roboh. Nantinya tiang ini akan dililit akar udara dan akan menopang beberapa cabang produksi yang berat yang tentu saja perlu dipilih dari bahan yang kuat tetapi juga perlu diperhatikan jangan sampai pot tidak bisa menahan beban berat tiang panjatan.
Sebaiknya tiang panjatan dibuat dari besi beton berdiameter 8-10 cm, atau balok kayu yang kuat dan tahan lama karena usia buah naga yang bisa mencapai puluhan tahun. Tinggi tiang antara 150-200 cm disesuaikan dengan besar pot. Pada bagian bawah tiang diberi kaki-kaki penguat agar nantinya bisa kuat dan tidak mudah goyah. Untuk tiang dari besi beton, bagian yang terpendam dalam tanah bisa diberi aspal untuk menghindari karat. Untuk bagian atas tiang diberi piringan yang berbentuk seperti stir mobil yang berfungsi untuk menyangga cabang-cabang produksi yang banyak.

3.       Media Tanam
Setelah pot dan tiang panjatan sudah selesai disiapkan, selanjutnya adalah menyiapkan media tanam. Bahan-bahannya adalah pasir, tanah, pupuk kandang dan kompos dengan perbandingan 2:1:3:1. Anda juga bisa menambahkan bubuk batu bata merah secukupnya dan dolomit (kapur pertanian) sebanyak 100 g dicampur rata dengan bahan-bahan tersebut. Kemudian media tanam disiram dengan air hingga kondisi jenuh dan dibiarkan selama sehari semalam.

4.       Penanaman bibit
Bibit sebaiknya dipilih yang besar, dari batang tua yang berwarna hijau tua keabuan dan bebas dari penyakit. Idealnya panjang bibit yang ditanam minimal 30 cm. Selanjutnya bibit ditanam disekitar tiang panjatan dengan kedalaman 10 cm, jangan terlalu dalam karena akan mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus. Setelah ditanam media tanam ditekan-tekan agar bibit tidak mudah roboh. Selanjutnya media tanam disiram dengan air dan diletakkan ditempat terbuka tidak ternaungi yang terkena sinar matahari langsung.

5.       Pemeliharaan Tanaman
Buah Naga Segar dalam PotPemeliharaan tanaman buah naga yang ditanam di pot tidak jauh beda dengan buah naga yang ditanam dikebun yaitu meliputi pemupukan, penyiraman dan pemangkasan cabang yang tidak diperlukan.

Selain itu, yang perlu diperhatikan adalah tanaman dipastikan menempel dengan baik pada tiang panjatan dan tidak roboh, oleh karena itu perlu dilakukan pengikatan batang buah naga pada tiang dengan menggunakan tali atau kawat dengan bentuk ikatan seperti angka ‘8’ tidak boleh terlalu kencang karena bisa merusak batang atau cabang seiring pertumbuhannya yang semakin membesar.

MASALAH YANG SERING TERJADI SAAT BUDIDAYA BUAH NAGA
      Setiap budidaya tanaman memang selalu ada hambatan atau masalah ayng terjadi, baik dari proses menanam hingga perawatan saat terjadi pembuahan. Berikut ini beberapa masalah yang sering terjadi saat menanam buah naga :
-          Tunas atau batang buah naga pertumbuhannya lambat dan lama.
-          Buah naga lama berbuah.
-          Buah naga berbunga tapi tidak pernah jadi buah.
-          Saat berbuah selalu gagal karena busuk dan gugur.
-          Cara Pemupukan Agar Tunas Buah Naga Cepat Tumbuh dan Panjang
A.      Cara Pemupukan Buah Naga Agar Cepat Berbuah
Untuk mempercepat proses tumbuhnya tunas buah naga, maka pemukupan harus Anda lakukan. Jika Anda menggunakan pupuk organik atau pupuk kandang, maka pupuk yang tepat adalah pupuk dari kotoran ayam. Namun jika Anda menggunakan pupuk kemasan, sebaiknya pilihlah yang mengandung unsur N lebih tinggi dari pada P dan K.
Pemupukan ini bisa Anda lakukan ketika buah naga sudah tumbuh dewasa. Jika Anda menggunakan pupuk kandang, maka pupuk yang tepat adalah pupuk dari kotoran kambing. Atau jika menggunakan pupuk kemasan, carilah pupuk yang memiliki unsu P lebih tinggi dari pada N.

B.      Cara Mengatasi Buah Naga yang Gagal Berbuah
Buah naga membutuhkan penyerbukan agar bunga dapat berbuah. Jika tidak ada lebah penyerbukan bunga, maka penyerbukan manual harus dilakukan dengan cara mengawinkan bunga buah naga. Sedangkan untuk mengatasi busuk dan gugur pada bunga, maka dapat diberikan KNO3 saat mulai muncul bakal bunga.

C.      Gunakan Pupuk Kandang yang Kering
Untuk penggunaan pupuk kandang, sebaiknya gunakan pupuk kandang yang telah kering atau matang. Akan lebih baik lagi jika difermentasi lebih dulu.


PEMASARAN BUAH NAGA
Buah Naga Kuning Segar
Pemasaran buah naga mempunyai jalur yang sangat sederhana, salah satu diantaranya yaitu produksi dari petani buah naga dikumpulkan oleh pedagang untuk dijual ke toko buah segar, supermarket atau langsung di pasarkan ke konsumen. Bagi petani yang baru memulai bisnis buah naga, biasanya pemasarannya melalui cara dengan mendatangi dan menawarkan kepada toko-toko buah, supermarket, pedagang-pedagang di pasar tradisional, atau dapat juga bergabung di asosiasi atau paguyuban-paguyuban petani buah naga. Promosi dapat dilakukan dengan berbagai media antara lain : koran, majalah pertanian atau melalui internet, survey di beberapa supermarket dan pasar tradisional. Sebaiknya kelompoktani sudah memiliki populasi tanaman buah naga yang cukup besar, dengan sendirinya para pedagang akan datang dan bersaing harga dengan pedagang lainnya.
Pemasaran buah naga semakin sukses apabila buah naga yang akan dipasarkan mempunyai kualitas prima, yang diperoleh melalui pola budidaya yang baik dan benar. Para petani buah naga sekarang ini biasanya hanya mengejar kuantitas tanpa meningkatkan kualitas buahnya, jumlah panen buah memang banyak, tetapi ukurannya kecil-kecil sehingga banyak ditolak para pedagang buah naga, atau dibeli dengan harga yang rendah untuk dilempar ke pasar tradisional. Para petani buah naga banyak yang tidak melakukan seleksi kuntum bunga, pada satu sulur sering dibiarkan tumbuh buah yang berdekatan dan satu sulur dibiarkan tumbuh lebih dari tiga buah.
Budidaya Buah Naga
Hal yang demikian memperjelek hasil buahnya. Pemasaran buah naga pada prinsipnya merupakan kegiatan yang diarahkan pada usaha memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran buah naga dengan nilai uang yang disepakati. Pemasaran merupakan kegiatan yang penting dalam siklus produksi. Dalam setiap pemasaran tidak lepas dari saluran maupun lembaga pemasaran karena keduanya saling berkaitan satu sama lain. Dengan adanya saluran dan lembaga pemasaran maka produksi buah naga yang dihasilkan dapat didistribusikan kepada para konsumen. Melalui lembaga pemasaran produsen dapat menjual buah naga merah dan konsumen akan dapat memenuhi kebutuhan akan buah.
Panjangnya saluran pemasaran buah naga akan ditentukan oleh banyaknya tingkat perantara yang dilalui oleh komoditi buah naga tersebut. Beberapa saluran pemasaran buah naga dapat diidentifikasi sebagai berikut :


  • 1)  Saluran pemasaran langsung, yang merupakan saluran pemasaran yang produsennya secara langsung menjual produknya kepada konsumen,
  • 2) Pengecer merupakan saluran perantara yang dalam pasar yang disebut juga agen-agen penjualan,
  • 3)   Distributor, yang merupakan saluran dua tingkat dan
  • 4) Saluran tiga tingkat dimana terdapat tiga perantara yaitu grosir, pengecer, dan pedagang pemborong. Pemborong tersebut membeli buah naga pada pengecer kecil, yang pada umumnya tidak dapat dilayani oleh pedagang grosir.

Dalam rangka kegiatan untuk memperlancar arus barang dari produsen ke konsumen, maka salah satu faktor penting yang harus diperhatikan adalah memilih secara tepat saluran distribusi yang akan digunakan. Saluran distribusi yang terlalu panjang menyebabkan makin banyak rantai yang ikut dalam kegiatan pemasaran. Hal ini berarti bahwa kemungkinan penyebaran buah naga dapat secara luas tetapi sebaliknya menimbulkan biaya yang lebih besar sehingga dapat menyebabkan harga yang mahal sampai ke tangan konsumen akhir.
Buah Naga Tanaman RumahanSebaliknya saluran distribusi yang terlalu pendek kurang efektif untuk penyebarluasan buah naga tersebut, tetapi karena mata rantai pemasaran lebih pendek maka biaya produksi dapat ditekan sehingga harga ke konsumen akhir dapat lebih rendah. Oleh karena itu, penetapan saluran pemasaran oleh produsen sangatlah penting sebab dapat mempengaruhi kelancaran penjualan, tingkat keuntungan, modal, resiko, dan sebagainya. Oleh karena itu untuk memperoleh efisiensi pemasaran perlu dipertimbangkan hal sebagai berikut :
  • Efisiensi produk, merupakan usaha untuk menghasilkan suatu produk melalui penghematan harga serta penyederhanaan prosedur teknis produksi guna keuntungan maksimum.
  • Efisiensi distribusi, dinyatakan sebagai produk dari produsen menuju ke pasar sasaran melalui saluran distribusi yang pendek atau berusaha menghilangkan satu atau lebih mata rantai pemasaran yang panjang di mana distribusi produk berlangsung dengan indakan penghematan biaya dan waktu.
  • Efisiensi harga, yang menguntungkan pihak produsen dan konsumen diikuti dengan keuntungan yang layak diambil oleh setiap mata rantai pemasaran sehingga harga yang terjadi di tingkat petani tidak berbeda jauh dengan harga yang terjadi di tingkat konsumen.
  • Efisiensi promosi, mencerminkan penghematan biaya dalam melaksanakan pemberitahuan di pasar sasaran mengenai produk yang tepat, meliputi penjualan perorangan atau massal dan promosi penjualan.



ANALISIS LABA BUDIDAYA BUAH NAGA
Berikut ini analisis usaha budidaya buah naga pada lahan 1 hektare berisi 1600 tiang dan 4 tanaman pertiang ( 6400 tanaman ). Analisis usaha ini menganut asas maksimal dalam pembiayaan dan minimal untuk pendapatan.

1. PENGELUARAN
A. Biaya Investasi
-          Sewa lahan 1 hektare selama 5 tahun : 5 x Rp. 3.000.000,00 = Rp.15.000.000,00
-          Pembuatan tiang beton penyangga : 1600 x Rp. 15.000,00 = Rp.24.000.000,00
-          Mulsa penutup permukaan tanah : 4 x Rp. 300.000,00 =Rp.1.200.000,00
-          Pompa air dan instalasi mikro irigasi : 1 x Rp. 5.000.000,00 =Rp.5.000.000,00
Total investasi = Rp. 45.200.000,00

B. Biaya Operasional
-          Pembelian bibit buah naga daging merah : 6400 x Rp. 10.000.00 = Rp.64.000.000,00
-          Tenaga kerja 4 orang @ Rp. 300.000,00 : 4 x 24 x Rp. 300.000 = Rp.28.000.000,00
-          Pupuk organik 64.000 kg @ Rp. 150,00 : 64.000 x Rp. 150,00 = Rp.9.600.000,00
-          Dolomite 32.000 kg @ Rp. 100,00 : 32.000 x Rp. 100,00 = Rp.3.200.000,00
-          Sarana produksi, dll : Rp. 5.000.000,00
Total biaya operasional : Rp.109.800.000,00
Total biaya yang harus dikeluarkan : Rp. 155.000.000,00

2. PEMASUKAN
A. Hasil Panen tahun ke 1 :
-          5 x 6400 x 0,4 kg x Rp.20.000,00 = Rp. 256.000.000,00

B. Hasil Panen tahun ke 2 :
-          10 x 6400 x 0,5 kg x Rp.20.000,00 = Rp.640.000.000,00
Total Pemasukan = Rp. 896.000.000,00

C. LABA SEBELUM PAJAK
-          Laba sebelum pajak adalah seluruh biaya pengeluaran dikurangi dengan total pemasukan : Rp. 896.000.000,00 – Rp. 155.000.000,00 = Rp. 741.000.000,00

D. KELAYAKAN USAHA
1. Break Event Point ( BEP )
a)      BEP untuk volume produksi :
Rp.155.000.000,00 : Rp. 20.000,00/ kg = 7.750 kg( Titik balik modal tercapai jika produksi buah naga merah daging merah mencapai 7.750 kg)
b)      BEP untuk harga produksi :
Rp.155.000.000,00 : 44.800 kg = Rp. 3.550,00/ kg(Titik balik modal tercapai jika harga jual buah naga merah daging merah adalah Rp.3.550,00/ kg )

2. B/C Ratio (Perbandingan antara penerimaan dan biaya)
B/C = Rp. 741.000.000,00 : Rp. 155.000.000,00 = 4.78 (Artinya, setiap penambahan biaya sebesar Rp. 1,00 memperoleh penerimaan Rp.4,78 )


Keterangan :
  • Bibit yang dipakai adalah dari jenis naga merah daging merah ( Hylocereus costaricensis ) yang bisa berbuah pada umur 8 bulan sejak penanamannya.
  • Bibit dalam keadaan sudah berakar sehingga langsung bisa tumbuh.
  • Pada panen tahun pertama diasumsikan jumlah buah hanya 5 biji per tanaman dengan berat hanya 400 gram/ buah, sehingga hasil panennya : 5 x 6400 x 0,4 kg = 12.800 kg.
  • Panen tahun ke 2, diasumsikan dalam satu pohon menghasilkan 10 buah dengan berat 500 gram, sehingga hasil panennya mencapai : 10 x 6.400 x 0,5 kg = 32.000 kg
  • Harga jual buah naga merah daging merah lebih tinggi daripada daging putih : Rp. 25.000/ kg.
  • Umur tanaman bisa mencapai 20 tahun. Perhitungan ini hanya pada tahun  pertama dan kedua.
  • Tiang beton yang dipakai berpenampang segi tiga sehingga biayanya lebih murah dan jika ingin lebih menekan biaya investasi bisa menggunakan tiang dari tanaman lain (hidup) yang berbatang kayu lurus.
  • Satu hektare berisi 1600 tiang dengan jarak antara tiang 2.50 m, tiap tiang berisi 4 tanaman sehingga satu hektare bisa terisi 6.400 tanaman buah naga.

Comments
0 Comments

0 komentar:

Post a Comment

Kami akan senang mendengar komentar anda....